Kamis, 02 Agustus 2018

Ikhwanul muslimin sang penyelamat ummat
Oleh : Halilullah M H
   Eksistensi pesantren ikhwanul muslimin dibuktikan dengan kualitas alumni yang mampu bersaing dengan sekolah ternama. berdirinya ikhwanul muslimin menjadi era dan harapan baru ditengah-tengah krisis pendidikan di desa paliat. Lembaga pendidikan yang menyelamatkan generasi penerus bangsa dari kebodohan dan memberikan harapan dalam belenggu ketakutan akan masa depan. Kontribusi besar Ikhwanul Muslimin dalam membangun paliat sangat besar, meskipun banyak masyarakat yang tidak mau mengakui hal tersebut. Sebagai kaum minoritas ditengah fanatisme kaum mayoritas membutuhkan kesabaran ekstra dan didukung komitmen daripada pengasuh pesantren. 

  Pesantren ikhwanul muslimin lembaga pendidikan pertama di desa paliat yang tidak pernah mendekati segala sesuatunya dengan materi. Sejak awal berdiri hingga saat ini telah meluluskan ratusan manusia berkualitas dari semua jenjang pendidikan yang ada. Setiap alumni patut berbangga diri karena tidak semua orang mampu menikmati pendidikan murah yang berkualitas. Pesantren ikhwanul muslimin menjadi lentera yang menyinari segenap lapisan masyarakat paliat. Melihat perjuangan pengasuh untuk mempertahankan pesantren dalam persaingan industrialisasi pendidikan merupakan prestasi besar yang patut dibanggakan dan menjadi percontohan bagi yang lainnya.
     Generasi kritis banyak bermunculan dari lembaga ini, bahkan mereka menciptakan inovasi-inovasi ketika krisis kepemimpinan didesa paliat. Keberhasilan lembaga pendidikan tidak diukur dari megahnya infrastruktur melainkan seberapa besar manfaat yang diberikan terhadap lingkungan sekitar. Diakhir tulisan ini saya mengajak untuk merenung, apa jadinya paliat tanpa pesantren ikhwanul muslimin? jawaban atas perenungan tersebut jadikan sebagai introspeksi diri supaya timbul rasa kepedulian dan menyadari pentingnya pendidikan.

PANTUN PILIHAN SANTRI IKHWANUL MUSLIMIN

PANTUN PILIHAN KARYA SANTRI MTs DAN MA
ORGANISASI SANTRI PESANTREN IKHWANUL MUSLIMIN PALIAT ( OSPIM )
TAHUN AJARAN 2018 / 2019 M
PALIAT – SAPEKEN - SUMENEP


Anak ayam lari kehutan
Jatuh tersungkur dimakan musang
Ingatlah selalu kepada Tuhan
Karena Dia Maha penyayang

Anak ayam turun sepuluh
Mati sau tinggal sembilan
Bangun pagi Shalat subuh
Minta ampun kepada Tuhan

Anak ayam turun sembilan
Mati satu tinggal delapan
Duduk berdo’a kepada Tuhan
Meminta kepada Allah jalan kebaikan

Lebih baik pilih Real Madrid
Dari pada pilih Barselona
Lebih baik pergi kemasjid
Dari pada pergi berjina

Ada monyet naik sepeda
Sudah dikejar tidak ketemu
Ayo kawan selagi muda
Rajin – rajinlah menuntut ilmu

Aku melihat hewan banteng
Yang membenci kain berwarna merah
Aku akui aku ini memang anak yang paling ganteng
Karna memang ciptaan Allah

Ada dukun dikira dokter
Pasien datang sampai seribu
Kalau mau jadi orang pinter
Haruslah banyak baca buku

Jalan – jalan kekota Mekkah
Singgah dulu di singa pura
Kalau anda taan beribadah
Insyaallah masuk Syurga

Jangan suka makan tomat
Tomat itu banyak bijinya
Jangan suka menunggalkan sholat
Karna sholat itu banyak manfa’atnya

Jalan – jalan kesemarang
Bawa bandeng tanpa duri
Belajarlah mulai dari sekarang
Untuk hidup dikemudian hari

Kalau punya gigi yang ompong
Cepat – cepatlah kedokter gigi
Kalau jadi anak yang sombong
Pasti nanti jadi anak yang rugi